Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu kinerja Industri Kimia Farmasi dan tekstil (IKFT) agar mampu memberikan kontribusi signfikan bagi perekonomian nasional. Maka diperlukan koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha guna mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.
“Beberapa waktu lalu kami menggelar kegiatan sinkronisasi target kinerja sektor IKFT yang sudah ditetapkan sampai akhir 2020. Dengan kondisi riil di lapangan pada masa pandemi Covid-19 saat ini,” kata Direktur Jenderal IKFT Kemenperin Muhammad Khayam di Jakarta melalui keterangan resmi.
Ia menyebutkan, pertumbuhan sektor IKFT dibidik pada angka 0,40 persen pada 2020, sedangkan 2024 sebesar 5,3 persen. Sementara, kontribusi sektor IKFT pada 2020, dipacu mencapai 4,2 persen. Target ini sudah memperhitungkan perkembangan industri akibat dampak pandemi Covid-19.
“Pada triwulan II tahun ini, kontribusi sektor IKFT menembus hingga 4,5 persen,” ungkapnya. Adapun penopang utamanya karena mencatatkan pertumbuhan positif adalah industri kimia, farmasi dan obat tradisional yang tumbuh gemilang sebesar 8,65 persen atau melampaui pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi 5,32 persen.
Khayam juga memaparkan, dari sisi kinerja ekspor pada kuartal II 2020, sektor IKFT menyumbang 14,59 miliar dolar AS. Lalu realisasi investasinya menembus Rp 32,39 triliun yang terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 20,06 triliun serta penanaman modal dalam negeri (PMDN) sekitar Rp12,33 triliun.
“Jumlah tenaga kerja di sektor IKFT sebanyak 6,96 juta orang dari total tenaga kerja industri pengolahan yang mencapai 18,46 juta orang,” tuturnya. Pada 2020, Kemenperin menargetkan kinerja ekspor sektor IKFT bisa menembus 34,14 miliar dolar AS, dengan realisasi investasi sebesar Rp 84,65 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 7,37 juta orang.
“Guna mencapai sasaran tersebut, ada lima arah kebijakan strategis yang telah kami tetapkan, yakni pengembangan sumber daya manusia industri, pengembangan sarana dan prasarana industri, pengembangan pemberdayaan industri, kebijakan fasilitas fiskal dan nonfiskal, serta kebijakan reformasi birokrasi,” ujar Khayam.
Sekretaris Direktorat Jenderal IKFT Kemenperin Sri Hastuti Nawaningsih mengemukakan, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah regulasi untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya meningkatkan produktivitas dan utilisasi sektor industri, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan ketat.
“Contohnya penerbitan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Dalam aturan juga disebutkan, setiap perusahaan yang mendapat IOMKI wajib memberikan pelaporan secara berkala melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas),” ujar Sri.
Selama masa pandemi Covid-19, pemerintah juga tetap berupaya melakukan penguatan industri dalam negeri. Berbagai kebijakan yang akan dilakukan, antara lain Kemenperin berupaya menurunkan impor 35 persen sampai 2020.
“Upaya tersebut di antaranya melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Kemudian, penguatan supply chain dengan pemberian insentif Kemudahan Lokal Tujuan Ekspor (KLTE) dan Kemudahan Lokal Tujuan Lokal (KLTL),” kata dia.
Selanjutnya, mendukung percepatan revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 77 tahun 2019 tentang Ketentuan Impor TPT dan revisi Permendag No 18 tahun 2019 tentang Registrasi Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (K3L). Berikutnya, mendukung revisi regulasi Peraturan Menteri Pertanian untuk karantina bahan atau produk kulit, kapas antar wilayah. “Kami juga mendorong peningkatan masuknya Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) atau fitofarmaka pada kebijakan di Kementerian Kesehatan. Termasuk implementasi Permenperin No 16 tahun 2010 terkait TKDN produk farmasi dalam pengadan obat JKN di Kemenkes,” jelas dia.
Global Service Agensi Konsultan bisnis membantu anda dalam pengurusan perizinan kebutuhan Bisnis Anda
Hubungi team ahli kami
Hubungi Untuk Pertanyaan
Hubungi KamiRI Impor Peralatan Penaganan Covid-19 Rp 2,74 T
Secara keseluruhan nilai total impor barang untuk mengatasi pandemi virus COVID terhitung sampai bulan Mei 2020 adalah sebesar Rp 2,74 triliun yang telah dicatat pemerintah melalui Direktorat Jendral Bea Cukai.
Barang penanganan yang dimaksud berupa alat perlindungan diri (APD), test kit, obat-obatan, peralatan rumah sakit dan barang pendukung kesehatan lainnya yang mana komoditas yang paling banyak diimpor adalah berupa masker sebanyak 106.571.092 lembar dari berbagai negara.
Berbagai insentif fiskal pun digelontorkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) demi memuluskan masuknya barang-barang impor dalam segmen penanganan COVID-19 tersebut.
Adapun insentif fiskal yang dimaksud terdiri dari pembebasan bea masuk (BM) dan cukai, tidak dipungut PPN dan PPnBM, dan dikecualikan dari pungutan PPh 22 Impor.
Total nilai pembebasan dari 13 Maret sampai 19 Mei 2020 mencapai Rp 602.611.433.446 (Rp 602,61 miliar) dengan detail pembebasan BM adalah Rp 258.914.186.623 (Rp 258,9 miliar), tidak dipungut PPN dan PPnBM sebesar Rp239.704.964.515, dan dikecualikan dari pungutan PPh 22 sebesar Rp 103.992.282.308 (Rp 103,9 miliar)
Fasilitas impor diberikan dengan skema Surat Keterangan Asal (SKA) dengan negara-negara mitra ASEAN. Dari data yang dihimpun jumlah importasi yang menggunakan SKA dibandingkan total devisa impor pada tahun 2020 berada pada kisaran angka 33%.
Importasi komoditi pangan yang masuk dalam daftar 10 komoditi impor dengan SKA adalah gula dan kembang gula yang berasal dari Australia, China, dan India.
Masih terkait fasilitas, Bea Cukai juga telah memberikan relaksasi kepada perusahaan pengguna fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Sejak 1 April hingga 26 April 2020, total nilai yang diberikan insentif fiskal berupa pembebasan PPh Pasal 22 mencapai Rp 882.637.858.209 (Rp 882,63 miliar).
Sumber :detik.com
JIka anda seorang importir membutuhkan jasa impor dari china atau anda ingin impor APD atau alat kesehatan, Kami dapat memberikan jasa impor yang murah. Jika ingin berkonsultasi dapat menghubungi Team kami.
Hubungi Untuk Pertanyaan
Tips Mengimpor Barang Dari Cina Untuk Dijual di Indonesia
Mungkin Anda pernah mendengar atau membaca informasi tentang seminar bagaimana mengimpor barang dari Cina sebagai salah satu cara untuk menjalankan bisnis. Barang dari Cina terkenal sangat murah dan bisa dijual kembali di Indonesia dengan harga yang sangat tinggi.
Bahkan perbandingan harga beli dan harga jual bisa mencapai 10 kali lipat. Tentu harus diingat ada resiko atas setiap pemilihan jalur import dan hal ini harus dipertimbangkan secara matang oleh Importir.
Yang jadi pertanyaan ketika Anda hendak mengimpor barang dari Cina, tentu adalah bagaimana caranya mengimpor barang dari Cina secara gampang dan mudah?
Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengimpor barang dari Cina:
1. Lewat Jalur Pelabuhan
Disini, Anda akan melakukan impor barang dari Cina layaknya importir pada umumnya dimana Anda akan bertemu dengan pihak seller di Cina kemudian melakukan beberapa kesepakatan dari mulai harga produk sampai pengiriman. Umumnya, importir atau Anda yang akan bertanggungjawab terhadap pengiriman dari mulai pelabuhan di Cina seperti Shanghai, pengiriman, sampai di pelabuhan di Indonesia seperti Merak, pembongkaran dan pengiriman ke gudang sampai kemudian ada di tangan konsumen.
Kelebihan jalur pelabuhan adalah Anda bisa mengimpor produk dari Cina dengan skala yang besar. Biasanya, jalur pelabuhan ini dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar karena biayanya yang cukup tinggi.
Kekurangan dari jalur pelabuhan adalah Anda harus mengikuti prosedur ekspor impor yang tidak mudah, namun jangan khawatir, kami dari PT.Global Servis Agensi akan membantu anda didalam melakukan import mulai dari pembutan surat–surat yang harus ditandatangani sampai dengan urusan bea cukai. Semua prosedur import pasti sesuai regulasi pemerintah, hal ini untuk menjamin produk Anda akan bebas dari sanksi hukum terkait eksport import.
2. Jalur Online
Terkait dengan jalur online, memang sedikit lebih mudah daripada jalur pelabuhan karena Anda tidak membutuhkan prosedur apapun. Namun perlu diingat kekurangannya bisa dari sisi harga dan tentu jumlah produk yang dibeli. Memang Anda bisa membeli produk sebanyak-banyaknya tapi tiap item dikenai biaya tambahan untuk pengiriman berbeda dengan jalur pelabuhan dimana harga pengiriman bisa termasuk semua produk.
3.Jalur Pariwisata
Mungkin banyak yang belum tahu jalur ini. Anda akan pergi ke Cina bersama agen pariwisata tertentu yang mengantarkan Anda ke Cina. Kemudian, agen pariwisata tersebut akan berhenti di satu tempat dimana Anda bisa membeli produk-produk dari Cina.
Anda bisa memanfaatkan momen ini untuk mengimpor barang dari Cina. Belilah produk yang ingin Anda beli. Anda akan pulang ke tanah air dengan izin pariwisata tapi tetap mendapatkan produk yang Anda inginkan.
Tetapi perlu dimengerti Kemudian Kelemahannya tentu dari sisi jumlah produk serta waktu untuk berbelanja yang biasanya sangat terbatas dan dibatasi oleh agen pariwisata.
Apabila anda berfikir bahwa import barang dari China itu sulit, memang akan sulit apabila anda sendiri yang melakukanya. Tetapi, bagi kami melakukan import barang dari China ataupun dari Negara lainnya adalah aktivitas yang biasa kami lakukan. Kami memang bukan yang pertama, namun kami adalah yang terbaik. Kami adalah PT.Global Servis Agensi, dan kami siap membantu anda dengan harga yang murah dan transparan serta Integritas yang tinggi.