Trump Tidak Mau Renegosiasi Kesepakatan Perdagangan Dengan Cina

Berita perang dagang amerika dan china sedang hangat, sebagai pengusaha kesepakatan dagang china dan amerika sangatlah penting untuk di analisa karena sebagai pengusaha terutama pengusaha importir kita harus benar benar jeli melihat kebijakan amerika dan china dalam aspek kerja sama perdagangan

Seperti yang Di lansir di Tempo. Presiden Amerika Donald Trump menolak kemauan Cina untuk renegosiasi kesepakatan perdagangan yang mereka teken Januari lalu. Bahkan Trump sempat mengaku mempertimbangkan untuk membatalkan kesepakatan yang ditujukan untuk mencegah perang dagang Amerika Serikat-Cina yang lebih parah itu.

“Tidak, tidak akan. Tidak sedikitpun karena kami sudah meneken kesepakatan. Saya sudah mendengar wacana tersebut, soal renegosiasi agar lebih menguntungkan mereka,” kata Trump sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Selasa, 12 Mei 2020.

Diberitakan sebelumnya, Cina berencana untuk mengubah kesepakatan dagang yang diteken pada Januari lalu. Mereka menginginkan renegosiasi agar posisi Cina bisa sedikit lebih beruntung. Hal itu diungkapkan oleh seorang penasehat dagang Pemerintah Cina yang enggan disebutkan namanya.

Untuk saat ini, Cina bertahan dengan kesepakatan yang sudah ada. Mereka menyebutnya sebagai kesepakatan “Fase 1”. Salah satu perkembangan terbarunya, Cina mengecualikan 79 produk import Amerika dari perang tarif dagang dengannya. Hal itu diyakini dilakukan Cina untuk menunjukkan komitmen mereka pada kesepakatan yang ada.

Perkembangan lain, importir Cina baru saja memesan 240 ribu ton atau empat kargo kedelai dari Amerika. Hal itu dilakukan tak lama setelah Trump mengeluhkan Cina yang kurang banyak membeli dari Amerika. Padahal, dalam kesepakatan dagang Januari lalu, Cina sepakat membelanjakan US$200 miliar untuk produk Amerika. Sebagai timbal baliknya, Amerika sepakat memangkas tarif impor.

Mantan penasehat dagang untuk Gedung Putih, Clete Willems, mengatakan Cina sesungguhnya sudah mengikuti isi kesepakatan dagang dengan Amerika. Oleh karenanya, tak ada alasan bagi Trump untuk membatalkan kesepakatan itu sepenuhnya.

“Dan saya rasa kita tidak berada di posisi bagus untuk membatalkannya. Kesepakatan itu membawa banyak keuntungan,” klaim Willems yang terlibat aktif dalam kesepakatan dagang Amerika-Cina.

Peneliti senior dari China Institute of Contemporary International Relations, Chen Fengying, optimistis kesepakatan dua negara akan tetap berjalan. Menurutnya, perseteruan keduanya saat ini hanya di level retoris. Dalam situasi sesungguhnya, kedua negara saling membutuhkan satu sama lain.

“Cina masih ingin membeli komoditas dari Amerika seperti kedelai dan babi. Pertanyaannya sekarang lebih ke apakah Amerika bisa menyediakannya. Tingginya demand adalah hal tersulit dan ini yang bisa memicu renegosiasi,” ujarnya soal perang dagang Amerika Serikat-Cina.

Hubungi Untuk Pertanyaan Seputar Jasa Kami


Chat Now

Peluang Import di tengah badai Corona…

Pandemic corona yang menghantam hampir semua sektor industri di dunia ternyata tetap menyisakan sebuah peluang usaha bagi beberapa sektor Industri di Indonesia. Salah satunya adalah ekspor produk Baja ke Amerika. Hal ini terjadi karena berkurangnya pasokan baja ke negeri Paman Sam tersebut dan tentunay hal ini menjadi kesempatan bagi industry lokal untuk melakukan ekspor produknya.

Setali dengan peluang diatas, peluang ini juga didukung oleh komitmen pemerintah untuk mendukung ekspor dengan memberikan bermacam kemudahan seperti yang dikutip dari Direktur Industri Logam Kementrian Perindustrian Dini Hanggandari yang mengatakan bahwa ekspor produk baja merupakan sebuah langkah yang strategis untuk dilakukan.

Selanjutnya mengenai standar yang dibutuhkan untuk menembus pasar ekspor, Dini menjelaskan pada dasarnya Standar Nasional Indonesia (SNI) produk baja yang disusun  dalam negeri sudah mengacu kepada standar Internasional. SNI yang disusun dalam negeri sebagian besar sudah mengacu pada standar internasional Jepang atau JIS dan ASTM (American Society for Testing and Material). Sehingga secara umum standar Internasional dapat dipenuhi oleh industry dalam negeri.

Dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui regulasi SNI, tentunya produk produk dalam negeri akan dapat bersaing kualitasnya dengan berbagai produk Negara lain. Hal ini sangat penting untuk dipahami oleh para pelauku usaha industry dalam negeri dan maupun konsumen itu sendiri. Dengan mendapatakan symbol SNI di setiap produk mereka, tentunya sudah menjamin kualitas dari produk itu sendiri.

Hubungi Untuk Pertanyaan


Chat Now

Peluang Impor

Peluang barang Impor

cara import dari cina, 

jasa import barang dari cina,
jasa impor barang dari cina,
cara impor dari cina,
import dari cina,
impor dari cina,
jasa import produk dari cina,
jasa impor produk dari cina,
jasa import dari cina,
jasa impor dari cina,

Cara Import Barang dari Cina harga murah?

Ingin Impor Barang Dari Cina ?

Ingin Impor Barang Dengan Harga Murah ?

Ingin Di urus Semua Proses Impor Barang Anda ?

Kami Solusinya Ipor Barang Dari Cina Dengan Harga Murah

Mengurus Semua Keperluan Anda Untuk Dapat Impor Barang Dari Cina Sampai Lokasi Anda

Hubungi Untuk Pertanyaan


Chat Now

Apa itu Impor?

Impor adalah sebuah kegiatan transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara. Proses impor umumnya adalah kegiatan memasukan barang atau komoditas dari negara lain ke dalam negeri. Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim dan penerima. Bisa dibilang, impor adalah kebalikan dari kegiatan ekspor yang merupakan kegiatan transportasi barang atau komoditas yang dikirim ke luar negeri.

Tujuan Impor

Kegiatan impor memiliki beberapa tujuan, berikut tujuan dari kegiatan impor:

Manfaat Impor

Kegiatan impor memiliki beberapa manfaat bagi negara yang melakukan kegiatan ini, manfaat tersebut adalah:

Jenis Impor

Full Container Load

Full container load adalah jenis pengiriman barang dengan menggunakan container. Pengiriman barang untuk jenis pengiriman ini dilakukan oleh satu pengirim saja. Container yang digunakan berisi barang-barang milik satu pengirim ke negara tujuan dengan satu importir.

Less Than Container Load

Less than container load adalah jenis pengiriman barang dengan menggunakan container yang berisi barang-barang lebih dari satu pengirim yang akan dikirim ke negara tujuan yang sama.

Produk Impor Indonesia dan Pengertiannya

Indonesia melakukan kegiatan impor untuk mendatangkan barang-barang konsumsi, bahan baku, bahan penolong, dan bahan modal. Berikut pengertian mengenai masing-masing produk impor Indonesia:

  1. Barang konsumsi, merupakan barang yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makanan, minuman, susu, beras, dan daging.
  2. Bahan baku dan bahan penolong, merupakan barang yang digunakan untuk kegiatan industri baik sebagai bahan baku atau bahan pendukung seperti kertas, bahan kimia, dan kendaraan bermotor.
  3. Bahan modal, merupakan barang yang digunakan untuk modal usaha seperti mesin, suku cadang, komputer, alat berat.

Hubungi Untuk Pertanyaan


Chat Now

cara import dari cina,
jasa import barang dari cina,
jasa impor barang dari cina,
cara impor dari cina,
import dari cina,
impor dari cina,
jasa import produk dari cina,
jasa impor produk dari cina,
jasa import dari cina,
jasa impor dari cina,
jasa import murah dari cina,
jasa impor murah dari cina,
jasa impot murah,
jasa impor murah,
jasa impor,
jasa import,
jasa import undername,
jasa import borongan,
jasa import barang,
jasa undername import,
jasa forwarder import,
jasa pengiriman barang import,
undername import,
jasa pengurusan barang import,
jasa import export,
jasa import mesin,
jasa pengurusan import,
jasa forwarder 1688,
impor borongan,
jasa pengiriman barang impor,
jasa import borongan undername,
jasa import ikan hias,
jasa import mobil,
import undername,
jasa import barang dari luar negeri,
jasa import tanaman,
impor jasa,
jasa import hewan,
biaya jasa ppjk,
jasa pengurusan import barang,
jasa impor mobil,
jasa forwarder terpercaya kaskus,
jasa impor dari cina ke jakarta,
jasa impor dari cina ke surabaya,
jasa impor dari cina ke batam,
jasa impor dari cina ke bandung,
jasa impor dari cina ke medan,
jasa impor dari cina ke sumatra,
jasa impor dari cina ke jawa,
jasa impor dari cina ke bali,
jasa impor dari cina ke jogja,

Karakteristik Negara berkembang menurut Michael p Todaro ada 6 yaitu salah satunya adalah ketergantungan yang sangat terhadap produksi pertanian dan produk-produk pokok ekspor.

Melihat dari permasalahan pandemik yang sedang terjadi di dunia saat ini dan dikaitkan dengan salah satu yang disebutkan oleh Michael P Todaro tentang karakteristik Negara berkembang, artinya ini akan menjadi persoalan besar khusus nya bagi Negara berkembang yang terkena dampak dari COVID-19 dan bagaimana kebijakan pemerintah khusus nya di Indonesia dalam menangani hal ini.

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup sulit, tak hanya bagi Indonesia tetapi juga untuk negara-negara lain di dunia. Bagaimana tidak, harapan adanya perbaikan ekonomi di tahun ini pasca kesepakatan perdagangan fase satu antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang menghentikan sementara perang dagang antara kedua negara seolah tenggelam dan muncul berbagai ketidakpastian baru akibat munculnya wabah virus corona atau yang dikenal dengan coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Lebih jauh lagi ini berdampak sangat buruk bagi perekonomian dunia khsus nya negara-negara berkembang. Kinerja perekonomian Indonesia jelas akan ikut terdampak.

Pertumbuhan ekonomi dan kinerja perdagangan nasional diprediksi turut melemah sebagai dampak melorotnya pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global.

Virus yang berasal dari China dan menyebar luas ke berbagai negara ini berhasil memporak-porandakan ekonomi dunia dan memicu munculnya krisis baru, termasuk di Indonesia. Salah satu yang paling nyata, nilai tukar dolar terhadap rupiah kian tergelincir ke level Rp16 ribu.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memandang, Pemerintah Indonesia harus mengambil langkah darurat untuk menyelamatkan ekonomi negara dari ancaman resesi dengan tetap menjaga keseimbangan devisa. Salah satu kebijakan ekonomi pemerintah yang bisa ditempuh dengan melakukan relaksasi di sektor Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), khususnya komoditi nikel.

Artinya pemberlakuan ekspor ini bukan semata-mata hanya ingin mengambil keuntungan, tetapi untuk menyelamatkan Indonesia dari dampak Pandemic COVID-19 yang jika tidak diatasi secara cepat maka akan berdampak besar dan multi efek bagi Indonesia sendiri.

Ketergantungan yang Sangat Terhadap Produksi Pertanian dan Produk-Produk Pokok Ekspor. Sebagai Negara berkembang Indonesia pastinya begitu bergantung terhadap Ekspor dan Impor, Saat saat seperti ini yaitu merebak nya masalah pandemik COVID-19 ini tentu saja mempengaruhi produk-produk ekspor di Indonesia khusus nya pada Produk-produk pokok yang akan di ekspor karena Indonesia adalah salah satu Negara yang terinfeksi wabah COVID-19.

Seperti yang kita ketahui Pemerintah Indonesia sendiri juga memberlakukan system Physhical distancing yang mana itu menghambat produksi yang ada di Indonesia dan juga akan berdampak pada pendapatan perusahaan-perusahaan yang ada. Maka dari itu dampak dari COVID-19 ini akan menjadi wabah yang tidak hanya menyerang Indonesia dibidang kesehatan saja, tetapi juga akan memperlambat laju pembangunan perekonomian Indonesia.

Kejadian COVID-19 ini memang bukan hanya membunuh masyarakat Indonesia melalui kesehatan saja, tetapi lebih jauh akan mematikan perekonomian Indonesia karena kebijakan dan aturan yang ada mengharuskan masyarakat di Indonesia untuk Work From Home yang mana itu sangat menyulitkan para pekerja ataupun perusahaan yang memproduksi ataupun mendapatkan penghasilan dengan cara bersentuhan langsung, Ekspor dari Indonesia pun mulai melambat, pendapatan Negara pun mulai melemah dan akhirnya terjadi lah seperti sekarang ini Rupiah pun jatuh.

Pemerintah pun mulai mengambil kebijakan-kebijakan yang sebenarnya juga tidak mampu menyelamatkan perekonomian Indonesia walaupun sedikit mengurangi beban masyarakat.

Kementrian bidang perekonomian dan perdagangan Indonesia juga telah merilis 4 kebijakan yang mempermudah proses ekspor dan impor di Indonesia. Beberapa aturan sudah lebih di sederhanakan demi mempermudah jalan nya arus perekonomian dan perdagangan di Indonesia guna menyelamatakan masyarakat dari krisis ekonomi.

Indoensia seperti yang dikatakan Michael p Todaro dalam Karekteristik Negara berkembang memang sanagat bergantung pada produksi pertanian dan produk-produk pokok ekspor. Dengan bergantung nya Indonesia pada produk komoditi ekspor maka kebijakan pemerintah Indonesia dalam melakukan kebijakan menyederhanakan perizinan untuk ekspor dan impor memang harus diterapkan, demi mengatasi krisis ekonomi yang terjadi saat ini.

Salah satu dari empat kebijakan yang dikeluarkan kementrian perdagangan ialah Kemudahan dalam penerbitan surat keterangan asal(SKA/COO), yang diyakini oleh Kementrian perdagangan akan membuat ekspor Indonesia kompetitif ditengah merebak nya wabah Virus corona di berbagai negara saat ini. Langkah ini dilakukan untuk memperlancar pasokan bahan baku agar proses produksi tidak terganggu dan dapat terus berjalan dengan lancar.

Ada beberapa penyederhanaan izin lagi yang memang sudah dikeluarkan oleh kementrian perdagangan demi kelancaran perekonomian Indonesia ditengah porak poranda nya perekonomian dunia saat ini, dengan beberapa kebijakan tersebut diharapkan proses ekspor Indonesia dapat terus berjalan dengan lancar

Pembangunan ekonomi di Indonesia saat ini memang sangat sulit untuk dilakukan ditengah wabah pandemic COVID-19 saat ini, maka dari itu ekspor yang menjadi salah satu tulang punggung bagi perekonomian Indonesia memang harus di lakukan kan penyederhanaan izin dan sebagai nya, dengan begitu proses ekpor komoditi dari Indonesia dapat terus berjalan walaupun terhalang oleh kasus COVID-19, hanya saja beberapa perusahaan memang sulit melakukan produksi karena kebijakan physical distancing yang diterapkan pemerintah demi keamanan masyarakat Indonesia. Artinya pula sudah ada kebijakan dari pemerintah untuk melakukan kebijakan terhadap pembangunan Indonesia melalui penyederhanaan perizinan dalam hal ekspor dan impor.