Pandemi corona COVID-19 belakangan membuat sebagian masyarakat Indonesia semakin gemar bersepeda. Saat penjualan sepeda meningkat, demikian juga impor yang ikut naik sekaligus sempat dikeluhkan produsen lokal. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor sepeda pada Juni 2020 mengalami lonjakan dalam 6 bulan terakhir.
Nilai impor Juni 2020 mencapai 10,92 juta dolar AS atau meningkat 116,80 persen secara month to month (mtom) Mei 2020 yang berkisar 5,03 juta dolar AS. Secara year on year (yoy) peningkatannya lebih tinggi lagi yaitu 196,82 persen dari Juni 2019 yang berkisar 3,68 juta dolar AS. Sekitar 96,66 persen impor Juni 2020 ini berasal dari Cina dengan nilai 10,56 juta dolar AS. Nilai impor Juni 2020 ini mengalami kenaikan dari bulan-bulan sebelumnya. Pada Januari 2020 nilai impor sempat menyentuh 11,93 juta dolar AS. Lalu turun menjadi 3,49 juta dolar AS di Februari 2020, 1,98 juta dolar AS di Maret 2020.
Lalu mulai naik pada April 2020 menjadi 5,64 juta dolar AS dan Mei 2020 5,03 juta dolar AS. Selama Januari-Juni 2020, total nilai impor sepeda Indonesia mencapai 39,02 juta dolar AS. Meningkat 24,82 persen dari periode yang sama di tahun 2019 dengan kisaran 31,26 juta dolar AS. Negara penyumbang terbesar dari impor sepeda ini adalah Cina. Selama 6 bulan terakhir nilai impornya mencapai 37,26 juta dolar AS setara 95,49 persen impor selama Januari-Juni 2020.
Posisi Cina diikuti oleh Taiwan dengan nilai 1,01 juta dolar AS atau 2,61 persen dari total impor 6 bulan. Lalu ada Inggris dengan nilai 440 ribu dolar AS, Singapura 147 ribu dolar AS, Amerika Serikat 64 ribu dolar AS dan gabungan negara-negara lain 91 ribu dolar AS. Lonjakan juga terjadi pada impor komponen-komponen sepeda. Pada Juni 2020 nilai impornya melonjak menjadi 22,96 juta dolar AS. Naik 70,24 persen secara mtom Mei 2020 yang berkisar 13,48 juta dolar AS. Secara yoy kenaikannya sangat tajam yaitu 202,11 persen.
Penyumbang terbesar komponen pada Juni 2020 adalah Cina dengan porsi 15,60 juta dolar AS. Nilainya setara 68,98 persen. Sementara itu total impor komponen sepeda selama Januari-Juni 2020 mencapai 109,94 juta dolar AS. Nilainya naik 35,68 persen dari periode yang sama di 2019 dengan kisaran 81,03 juta dolar AS. Kenaikan penjualan sepeda ini membuat pemerintah provinsi DKI Jakarta ingin menambah jalur sepeda berikut luasnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan rencana ini untuk menyikapi naiknya minat masyarakat bersepeda dan lonjakan penjualan sepeda yang terjadi. “Penjualan sepeda luar biasa, hingga 1000 persen. Kami mengapresiasi masyarakat yang mulai minat bersepeda,” ucap Riza, 19 Juli 2020.
Baca selengkapnya di artikel “Impor Sepeda Naik Tajam pada Juni 2020, Cina Mendominasi”, Suber : https://tirto.id/fSjB
Jika Anda membuthkan jasa untu perijinan bisnis anda baik itu izin impor dan izin lainnya silahkan hubungi Team ahli kami
Hubungi Untuk Pertanyaan
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan dukungannya dalam proses penanganan pandemi virus corona (Covid-19). Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan mempermudah prosedur dan perizinan obat yang dapat mencegah penyebaran Covid-19.
“BPOM memberikan relaksasi dan simplifikasi prosedur serta percepatan pelayanan publik untuk produk obat dan makanan khususnya produk yang mendukung pencegahan Covid-19. Kami pun mengapresiasi upaya pelaku usaha untuk menerapkan praktik yang baik dalam produksi dan distribusi obat dan makanan secara konsisten di masa pandemi ini,” ujar Kepala BPOM, Penny K. Lukito, di Jakarta, Rabu (13/5/2020).
Penny menambahkan, BPOM juga secara aktif mendorong riset dan hilirisasi obat herbal serta promosi untuk membudayakan penggunaan produk herbal Indonesia oleh masyarakat.
“Kami sangat mendukung pemanfaatan dan pengembangan herbal Indonesia, terutama produk immunomodulator untuk memelihara daya tahan tubuh yang diperlukan oleh masyarakat saat pandemi Covid-19 ini,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan Covid-19 menjadi tanggung jawab bersama dan harus dilakukan bergotong royong oleh pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.
“Badan POM sangat mendukung dan mengapresiasi para tenaga kesehatan dan tenaga pendukung lainnya yang menjadi garda terdepan dalam upaya memerangi Covid-19,” pungkasnya.
ingin mengurus izin BPOM, kami menyediakan IZIN BPOM secara profesional, hubungi Team Ahli Kami untuk menjawab segala pertanyaan anda
Hubungi Untuk Pertanyaan
Kami dari GSA (Global Servis Agensi) merupakan partner bisnis anda. Kami siap membantu anda dalam pengurusan sertifikasi SNI produk. Kami adalah Konsultan yang berpengalaman dalam Jasa Pengurusan SNI.
Sasaran:
1. Produsen dalam negeri yang produknya wajib SNI atau ingin produknya ber-SNI
2. Importir yang ingin memasarkan produknya yang termasuk barang wajib ke Indonesia .
Peran Pentingnya SNI:
1. Memberi jaminan keamanan, kenyaman, keselamatan, kesehatan dan mutu bagi konsumen
2. Membangun persaingan yang sehat pada pelaku usaha di Indonesia
3. Menjadi nilai jual yang beda atau uniqe selling dengan pesaing.
4. Meningkatkan loyalitas konsumen.
Salah satu sanki jika melanggar:
Jika atas barang atau jasa tersebut telah ditetapkan SNI wajib, dan pelaku usaha melanggar ketentuan tersebut, maka berdasarkan Pasal 24 ayat [1] PP 102/2000, pelaku usaha dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi pidana.
Sanksi administratif dapat berupa pencabutan sertifikat produk dan/atau pencabutan hak penggunaan tanda SNI, pencabutan izin usaha, dan/atau penarikan barang dari peredaran (Pasal 24 ayat [2] PP 102/2000). Sedangkan, sanksi pidana berupa sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 24 ayat [5] PP 102/2000). Yang dimaksud peraturan perundang-undangan yang berlaku antara lain peraturan perundang-undangan di bidang Perindustrian, Ketenagalistrikan, Kesehatan, Perlindungan Konsumen dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kegiatan Standardisasi Nasional (Penjelasan Pasal 24 ayat [5] PP 102/2000).
Silahkan hubungi tim kami jika ingin melakukan pengurusan SNI pada produk anda. Kami siap sedia membantu anda. Hubungi kami di sini untuk pengurusan SNI Anda
DAFTAR TABEL PRODUK YANG DIBERLAKUKAN SNI SECARA WAJIB
Sumber: Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu (23 Agustus 2019)
| KOMODITI | NOMOR SNI | PERATURAN PEMBERLAKUAN |
| Gula Kristal Rafinasi | SNI 01-3140.2-2006 | 83/M-IND/PER/11/2008 |
| Tepung Terigu | SNI 01-3751-2009 | 59/M-IND/PER/7/2015 |
| Kakao Bubuk | SNI 3747:2009 | 45/M-IND/PER/5/2009 jo. 60/M-IND/PER/6/2010 |
| Kopi Instan | SNI 2983:2014 | 87/M-IND/PER/10/2014 jo. 03/M-IND/PER/1/2016 |
| AMDK : Air Mineral | SNI 3553:2015 | 78/M-IND/PER/11/2016 |
| AMDK : Air Demineral | SNI 6241:2015 | |
| AMDK : Air Mineral Alami | SNI 6242:2015 | |
| AMDK : Air Minum Embun | SNI 7812:2013 | |
| Sodium Tripolifosfat (STPP) | SNI 2109 : 2011 | 64/M-IND/PER/12/2013 Jo. 104/M- IND/PER/11/2015 |
| Asam Sulfat Teknis | SNI 0030 : 2011 | 63/M-IND/PER/12/2013 Jo. 105/M- IND/PER/11/2015 |
| Kalsium Karbida (CaC2) | SNI 2861 : 2011 | 65/M-IND/PER/12/2013 Jo. 103/M- IND/PER/11/2015 |
| Seng Oksida | SNI 0085 : 2009 | 66/M-IND/PER/12/2013 Jo. 102/M- IND/PER/11/2015 |
| Aluminium Sulfat | SNI 0032 : 2011 | 67/M-IND/PER/12/2013 Jo. 101/M- IND/PER/11/2015 |
| Pupuk NPK Padat | SNI 2803-2012 | 08/M-IND/PER/2/2014 |
| Pupuk Urea | SNI 2801:2010 | 26/M-IND/PER/4/2013 jo. 106/M- IND/PER/11/2015 |
| Pupuk Amonium Sulfat/ZA {(NH4)2 SO4} | SNI 02-1760-2005 | |
| Pupuk Super Phosphate-36/SP-36 {Ca (H2PO4)} | SNI 02-3769-2005 | |
| Pupuk Tripel Super Phosphate/TSP {Ca (H2PO4)2} | SNI 02-0086-2005 | |
| Pupuk Fosfat Alam untuk Pertanian/Rock Phosphate {Bahan galian} |
SNI 02-3776-2005 | |
| Pupuk Kalium Klorida/Muriate of Potash/MOP {KCl} | SNI 02-2805-2005 | |
| Selang termoplastik elastomer kompor LPG tanpa alat | SNI 8022:2014 | 15/M-IND/PER/1/2015 jo. 02/M-IND/PER/1/2016 |
| Selang termoplastik elastomer kompor LPG dengan alat kelengkapan | SNI 8022:2014 | |
| Selang karet kompor gas LPG tanpa alat kelengkapan | SNI 7213:2014 | |
| Selang karet kompor gas LPG dengan alat kelengkapan | SNI 7213:2014 | |
| Ban Mobil Penumpang | SNI 0098-2012 | 76/M-IND/PER/9/2015 |
| Ban Truk dan Bus | SNI 0099-2012 | |
| Ban Truk Ringan | SNI 0100-2012 | |
| Ban Sepeda Motor | SNI 0101-2012 | |
| Ban Dalam Kendaraan Bermotor (mobil penumpang, truk ringan) | SNI 6700-2012 | |
| Ban Dalam Kendaraan Bermotor (truk dan bus) | ||
| Ban Dalam Kendaraan Bermotor (sepeda motor) | ||
| Ban yang telah terpasang pada pelek | SNI 0098-2012 SNI 0099-2012 SNI 0100-2012 SNI 0101-2012 |
|
| Produk Melamin – Perlengkapan Makan dan Minum | SNI 7322:2008 | 77/M-IND/PER/9/2015 |
| Plastik-Tangki Air Silinder Vertikal-Polietilena (PE) | SNI 7276:2008 | 78/M-IND/PER/9/2015 |
| Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua | SNI 1811-2007 | 79/M-IND/PER/9/2015 |
| Karet Perapat (Rubber Seal ) pada Katup Tabung LPG | SNI 7655-2010 | 67/M-IND/PER/12/2012 jo. 84/M-IND/PER/9/2015 |
| Kaca Pengaman Diperkeras Untuk Kendaraan Bermotor (Tempered Safety Glass) |
SNI 15-0048-2005/ Amd 1:2014 | 80/M-IND/PER/9/2015 |
| Kaca Pengaman Berlapis Untuk Kendaraan Bermotor (Laminated Safety Glass) |
SNI 15-1326-2005 | |
| Kaca lembaran | SNI 15-0047-2005 | |
| Cermin Kaca Lembaran Berlapis Aluminium | SNI 15-4756-1998 | |
| Cermin Kaca Lembaran Berlapis Perak | SNI ISO 25537:2011 | |
| Kaca untuk bangunan-Blok Kaca | SNI 21690:2013 | 54/M-IND/PER/6/2015 jo. 83/M-IND/PER/9/2015 |
| Keramik Berglasir Tableware Alat Makan dan Minum | SNI 7275-2008 | 81/M-IND/PER/9 jo. 01/M-IND/PER/1/2016 |
| Kloset Duduk | SNI 03-0797-2006 | |
| Semen Portland Putih | SNI 15-0129-2004 | 82/M-IND/PER/9/2015 |
| Semen Portland Pozolan | SNI 0302-2014 | |
| KOMODITI | NOMOR SNI | PERATURAN PEMBERLAKUAN |
| Semen Portland | SNI 2049-2015 | |
| Semen Portland Campur | SNI 15-3500-2004 | |
| Semen Masonry | SNI 15-3758-2004 | |
| Semen Portland Komposit | SNI 7064-2014 | |
| Ubin Keramik | SNI ISO 13006-2010 | 85/M-IND/PER/12/2016 |
| Sepatu Pengaman dari Kulit dengan Sol Karet Sistem Cetak Vulkanisasi |
SNI 0111-2009 | 37/M-IND/PER/3/2009 jo. 164/M- IND/PER/12/2009 |
| Sepatu Pengaman dari kulit dengan Sistem Goodyear Welt |
SNI 7037-2009 | |
| Sepatu Pengaman dari Kulit dengan Sol Poliuretan dan Termoplastik Poliuretan Sistem Cetak Injeksi |
SNI 7079-2009 | |
| Korek Api Gas | SNI 19-7120-2005 | 72/M-IND/PER/7/2010 |
| Baby Walker : dari logam | SNI ISO 8124-1:2010
SNI ISO 8124-2:2010 SNI ISO 8124-3:2010 SNI ISO 8124-4:2010 SNI 7617-2010 (sebagian parameter) |
24/M-IND/PER/4/2013 jo. 111/M- IND/PER/12/2015 |
| dari plastik | ||
| Sepeda roda tiga, skuter, mobil berpedal dan mainan beroda semacam itu; kereta boneka | ||
| Boneka; bagian dan aksesorisnya | ||
| Kereta elektrik, termasuk rel, tanda dan aksesoris lainnya | ||
| Perabot rakitan model yang diperkecil (“skala”) dan model rekreasi semacam itu, dapat digerakkan atau tidak | ||
| Perangkat konstruksi dan mainan konstruksi lainnya, dari bahan selain plastik | ||
| Stuffed toy menyerupai binatang atau selain manusia | ||
| Puzzle dari segala jenis | ||
| Blok atau potongan angka, huruf atau binatang; | ||
| Perangkat penyusun kata; perangkat penyusun dan pengucap kata; toy printing | ||
| counting frame mainan (abaci); mesin jahit mainan; mesin ketik mainan |
||
| Tali lompat | ||
| Kelereng | ||
| Mainan lainnya yang terbuat dari semua jenis material dioperasikan secara elektrik maupun tidak : | ||
| – Balon, pelampung renang untuk anak atau mainan lain ditiup/dipompa, yang terbuat dari karet dan/atau plastik | ||
| – Senapan/Pistol mainan | ||
| – Mainan lainnya | ||
| Garmen dan aksesoris pakaian untuk bayi, rajutan atau kaitan | SNI 7617-2013 | 07/M-IND/PER/2/2014 jo. 97/M-IND/PER/11/2015 |
| – dari kapas | ||
| – dari serat sintetik | ||
| – dari bahan tekstil lainnya | ||
| Garmen dan aksesori pakaian untuk bayi | ||
| – dari kapas : | ||
| – – T-shirt, kemeja, piyama dan bahan semacam itu | ||
| – – – Setelan, celana dan barang semacam itu | ||
| – – – Lain-lain | ||
| – Dari serat sintetik : | ||
| – – Setelan, celana dan barang semacam itu | ||
| – – T-shirt, kemeja, piyama dan bahan semacam itu | ||
| – – Aksesori pakaian | ||
| – – Lain-lain | ||
| – Dari bahan tekstil lainnya | ||
| Handuk saniter (pads) dan tampon saniter, popok dan pembebat pokok dan barang semacam itu dari bahan apapun untuk bayi | ||
| – Lain-lain | ||
| – – Rajutan atau kaitan : | ||
| – – – Dengan gumpalan kapas penyerap dari bahan tekstil | ||
| – – – Lain-lain | ||
| KOMODITI | NOMOR SNI | PERATURAN PEMBERLAKUAN |
| – – Lain-lain | ||
| – – – Dengan gumpalan kapas penyerap dari bahan tekstil | ||
| – – – Lain-lain | ||
| Katup tabung baja LPG | SNI 1591:2008 | 04/M-IND/PER/1/2007 jo. 09/M-IND/1/2012 |
| Regulator tekanan rendah tabung baja LPG | SNI 7369:2012 | 85/M-IND/PER/11/2008 jo. 15/M-IND/PER/3/2013 |
| Regulator tekanan tinggi tabung baja LPG | SNI 7618:2012 | 06/M-IND/PER/2/2014 |
| Garmen dan aksesoris pakaian untuk bayi, rajutan atau kaitan | SNI 7617-2013 | 07/M-IND/PER/2/2014 jo. 97/M-IND/PER/11/2015 |
| – dari kapas | ||
| – dari serat sintetik | ||
| – dari bahan tekstil lainnya | ||
| Garmen dan aksesori pakaian untuk bayi | ||
| – dari kapas : | ||
| – – T-shirt, kemeja, piyama dan bahan semacam itu | ||
| – – – Setelan, celana dan barang semacam itu | ||
| – – – Lain-lain | ||
| – Dari serat sintetik : | ||
| – – Setelan, celana dan barang semacam itu | ||
| – – T-shirt, kemeja, piyama dan bahan semacam itu | ||
| – – Aksesori pakaian | ||
| – – Lain-lain | ||
| – Dari bahan tekstil lainnya | ||
| Handuk saniter (pads) dan tampon saniter, popok dan pembebat pokok dan barang semacam itu dari bahan apapun untuk bayi | ||
| – Lain-lain | ||
| – – Rajutan atau kaitan : | ||
| – – – Dengan gumpalan kapas penyerap dari bahan tekstil | ||
| – – – Lain-lain | ||
| – – Lain-lain | ||
| – – – Dengan gumpalan kapas penyerap dari bahan tekstil | ||
| – – – Lain-lain | ||
| Katup tabung baja LPG | SNI 1591:2008 | 04/M-IND/PER/1/2007 jo. 09/M-IND/1/2012 |
| Regulator tekanan rendah tabung baja LPG | SNI 7369:2012 | 85/M-IND/PER/11/2008 jo. 15/M-IND/PER/3/2013 |
| Regulator tekanan tinggi tabung baja LPG | SNI 7618:2012 | 06/M-IND/PER/2/2014 |
| Spesifikasi Meter Air Minum | SNI 2547-2008 | 122/M-IND/PER/11/2010 jo. 07/M- IND/PER/1/2012 |
| Pelek Kendaraan Bermotor Kategori M | SNI 1896-2008 | 59/M-IND/PER/5/2012 jo. 113/M- IND/PER/12/2012 |
| Pelek Kendaraan Bermotor Kategori N | SNI 1896-2008 | |
| Pelek Kendaraan Bermotor Kategori L | SNI 4658-2008 | |
| Pelek Kendaraan Bermotor Kategori O | SNI 1896-2008 | |
| Pelek Kendaraan Bermotor sudah beserta dg ban | SNI 1896-2008 | |
| Sepeda Roda Dua | SNI 1049-2008 | 114/M-IND/PER/10/2010 |
| Lampu Swa-Ballast | SNI 04-6504-2001 | 377/MPP/Kep/11/2001 jo. 442/MPP/Kep/5/2002 |
| Pendingin ruangan (AC) | SNI IEC 60335-2-40-2009 | 34/M-IND/PER/7/2013 |
| Lemari pendingin | SNI IEC 60335-2-24-2009 | 34/M-IND/PER/7/2013 |
| Mesin cuci | SNI IEC 60335-2-7-2009 | 34/M-IND/PER/7/2013 |
| Pompa Air | SNI 04-6292.2.41-2003 | 84/M-IND/PER/8/2010 jo. 17/M-IND/PER/2/2012 |
| Setrika Listrik | SNI 04-6292.2.3-2003 | 84/M-IND/PER/8/2010 jo. 17/M-IND/PER/2/2012 |
| Audio Video (Pesawat TV-CRT), dan Pesawat televisi dengan ukuran layar sampai dengan 42 inci (mulai berlaku 26 Juni 2019) |
SNI 04-6253-2003 | 84/M-IND/PER/8/2010 jo. 17/M-IND/PER/2/2012 |
| Baterai Primer – Bagian 1 : Umum, Bagian 2 : Spesifikasi Fisik dan Listrik | SNI 04-2051.1-2004 SNI 04-2051.2-2004 |
36/M-IND/PER/3/2009 jo. 101/M- IND/PER/10/2009 |
| KOMODITI | NOMOR SNI | PERATURAN PEMBERLAKUAN |
| Baja Tulangan Beton | SNI 07-2052-2002 | 37/M-IND/PER/2/2012 |
| Baja Tulangan Beton Hasil Canai Ulang | SNI 07-0065-2002 | |
| Baja Tulangan Beton Dalam Bentuk Gulungan | SNI 07-0954-2005 | |
| Baja Profil Siku Sama Kaki | SNI 07-2054-2006 | 43/M-IND/PER/2/2012 |
| Baja Profil I – Beam | SNI 07-0329-2005 | |
| Baja Profil kanal U | SNI 07-0052-2006 | |
| Baja Profil WF | SNI 07-7178-2006 | |
| Baja Profil H | SNI 2610-2011 | |
| Baja Lembaran, Pelat dan Gulungan Canai Panas (Bj. P) | SNI 07-0601-2006 | 36/M-IND/PER/5/2014 |
| Baja Lembaran Lapis Seng (Bj. LS) | SNI 07-2053-2006 | 38/M-IND/PER/2/2012 |
| Baja Lembaran dan Gulungan Canai Dingin (Bj.D) | SNI 07-3567-2006 | 90/M-IND/PER/8/2010 jo. 41/M-IND/PER/2/2012 |
| Baja Lembaran dan Gulungan Lapis Paduan Aluminium – Seng (Bj. LAS) |
SNI 4096:2007 | 39/M-IND/PER/2/2012 |
| Baja Batangan untuk Keperluan Umum (BjKU) | SNI 7614 : 2010 | 35/M-IND/PER/5/2016 |
| Tujuh Kawat Baja Tanpa Lapisan Dipilin untuk Konstruksi Beton Pratekan (PC Stand/KBj-P7) |
SNI 1154:2016 | 28/M-IND/PER/7/2017 |
| Kawat Baja Tanpa Lapisan untuk Konstruksi Beton Pratekan (PC Wire/KBjP) |
SNI 1155:2016 | |
| Kawat Baja Kuens (quench) Temper untuk Konstruksi Beton Pratekan (PC Bar/KBjP-Q) |
SNI 7701:2016 | |
| Penyambung Pipa Berulir dari Besi Cor Meleabel Hitam | SNI 0139-2008 | 82/M-IND/PER/10/2014 |
| Kabel berinti tunggal berbentuk padat atau dipilin atau fleksibel; berpenghantar tembaga polos atau dilapis atau berisolasi PVC (polyvinyl chloride ); dengan tegangan pengenal sampai dengan 450/750 V, tanpa selubung luar (nirselubung) untuk instalasi tetap tidak bergerak (perkawatan magun); dengan atau tanpa konektor | SNI 04-6629.3-2006 | 84/M-IND/PER/10/2014 |
| Kabel multi inti berbentuk padat atau dipilin berpenghantar tembaga polos atau dilapis dan atau berisolasi PVC (polyvinyl chloride) dengan tegangan pengenal sampai dengan 450/750 V, berselubung untuk instalasi tetap tidak bergerak (perkawatan magun) dengan atau tanpa konektor | SNI 04-6629.4-2006 | |
| Kabel berinti tunggal atau multi inti dapat berbentuk bulat atau pipih, fleksibel (senur) berpenghantar tembaga polos atau dilapis atau berisolasi PVC (polyvinyl chloride ) dengan tegangan pengenal sampai dengan 450/750 V, berselubung atau tanpa selubung dengan atau tanpa konektor | SNI 04-6629.5-2006 | |
| Kabel berinti tunggal atau multi inti berbentuk padat atau dipilin atau fleksibel berpenghantar tembaga, aluminium, atau paduan aluminium baik polos, dianil atau berlapis, berisolasi PVC (polyvinyl chloride), PE (Poly Ethylene), XLPE (Cross Link Poly Ethylene), EPR (Ethylene Propylene Rubber), HEPR (High Module Ethylene Propylene Rubber), bebas halogen dan elastomer, untuk voltase pengenal 1 kV sampai dengan 3 kV | SNI IEC 60502-1:2009 | |
| Kabel berinti tunggal atau multi inti berbentuk padat atau dipilin berpenghantar tembaga polos dan dianil berlapis logam serta aluminium atau paduan aluminium polos dan berisolasi terekstruksi PVC (polyvinyl chloride), PE (Poly Ethylene), XLPE (Cross Link Poly Ethylene), EPR (Ethylene Propylene Rubber), HEPR (High Module Ethylene Propylene Rubber), bebas halogen dan elastomer, untuk voltase pengenal 6 kV sampai dengan 30 kV |
SNI IEC 60502-2:2009 | |
| Tali Kawat Baja | SNI 0076-2008 | 45/M-IND/PER/4/2011 jo. 45/M-IND/PER/2/2012 |
| Tali Kawat Baja untuk Minyak dan Gas Bumi | SNI 0027-2008 | |
| Tabung baja LPG | SNI 1452:2011 | 47/M-IND/PER/3/2012 |
| Kompor gas bahan bakar LPG satu tungku dengan sistem pemantik | SNI 7368:2011 | 62/M-IND/PER/11/2013 |
| Kompor gas tekanan rendah jenis dua dan tiga tungku dengan sistem pemantik | SNI 7469:2013 | 37/M-IND/PER/03/2015 |
| Pipa Baja Saluran Air dengan atau Tanpa Lapisan Sen | SNI 0039 :2013 | 11/M-IND/PER/02/2016 |
| Saklar | SNI IEC 60669-1:2013 | Peraturan Menteri ESDM No. 2 Tahun 2018 |
| Tusuk Kontak dan Kotak Kontak | SNI IEC 60884-1:2014 | |
| KOMODITI | NOMOR SNI | PERATURAN PEMBERLAKUAN |
| SNI 04-3892.1.1-2003 | ||
| M C B | SNI IEC 60898-1:2009 | |
| Kipas Angin | SNI 04-6292.2.80-2006 | |
| Perlengkapan Kendali Lampu (Electronic Ballast) Bagian 1 dan 2.3 |
SNI IEC 61347-1:2011 SNI IEC 61347-2-3:2011 |
|
| Pemutus Sirkit Arus Sisa Tanpa Proteksi arus Lebih Terpadu Untuk Pemakaian Rumah tangga (RCCB) Bagian 1 dan 2 | SNI IEC 61008-1:2017 SNI 04-6956.2.1-2005 SNI IEC 61008-2.2:2014 |
|
| Luminer – Bagian 1 : Persyaratan Umum dan Pengujian, Bagian 2-1 : Persyaratan Khusus – Luminer Magun Kegunaan Umum | SNI IEC 60598-1:2016 SNI 04-6973.2.1-2005 |
|
| Luminer – Bagian 1 : Persyaratan Umum dan Pengujian, Bagian 2-2 : Persyaratan Khusus – Luminer Tanam | SNI IEC 60598-1:2016 SNI IEC 60598-2-2:2016 |
|
| Luminer – Bagian 1 : Persyaratan Umum dan Pengujian, Bagian 2-3 : Persyaratan Khusus – Luminer untuk Pencahayaan jalan Umum | SNI IEC 60598-1:2016 SNI IEC 60598-2-3:2016 |
|
| Luminer – Bagian 1 : Persyaratan Umum dan Pengujian, Bagian 2-4 : Persyaratan Khusus – Luminer kegunaan umum portabel | SNI IEC 60598-1:2016 SNI IEC 60598-2-4:2012 |
|
| Luminer – Bagian 1 : Persyaratan Umum dan Pengujian, Bagian 2-5 : Persyaratan Khusus – Luminer Lampu Sorot | SNI IEC 60598-1:2016 SNI IEC 60598-2-5:2016 |
|
| Gula Kristal Putih | SNI 3140.3:2010 dan Amd1.2011 |
68/Permentan/OT.140/6/2013 |
| Minyak Goreng | SNI 7709:2012 | 100/M-IND/PER/11/2015 |
| Biskuit manis (biskuit, krekers, dan pai) tidak mengandung kakao | SNI 2973 : 2011 | 96/M-IND/PER/11/2015 |
| Biskuit manis (biskuit, krekers, dan pai) mengandung kakao | ||
| Wafer | ||
| Biskuit manis (biskuit, krekers, dan pai) tidak manis lainnya | ||
| Biskuit manis (biskuit, krekers, dan pai) lainnya | ||
| Tuna Dalam Kemasan Kaleng | SNI 8223:2016 | NOMOR 58/PERMEN-KP/2016 |
| Sarden dan Makarel Dalam Kemasan Kaleng | SNI 8222:2016 | NOMOR 58/PERMEN-KP/2016 |
| Disc player DVD dan disc player Blu-ray, termasuk kombinasi DVD dan kombinasi dengan pemutar Blu- ray, yang berdiri sendiri dan bukan merupakan bagian atau komponen dari produk lain | SNI 04-6253-2003 | Permenperind No.15 Tahun 2018 (mulai berlaku 26 Juni 2019) |
| Tape mobil (head unit mobil), termasuk pemutar kaset, cakram optik, dan format audio video digital lainnya, tidak termasuk tape mobil yang terdapat dalam mobil yang diimpor secara utuh | ||
| Speaker aktif, berdiri sendiri dan bukan merupakan bagian atau komponen dari produk lain | ||
| Set top box untuk pesawat televisi, termasuk penerima digital untuk satelit, terrestrial dan kabel | ||
| Minyak lumas motor bensin 4 langkah kendaraan bermotor | SNI 7069.1:22012 | Permenperind No.25 Tahun 2018 (mulai berlaku 5 September 2019) |
| Minyak lumas motor bensin 4 langkah sepeda motor | SNI 7069.2:22012 | |
| Minyak lumas motor bensin 2 langkah dengan pendingin udara | SNI 7069.3:22012 | |
| Minyak lumas motor bensin 2 langkah dengan pendingin air | SNI 7069.4:22012 | |
| Minyak lumas motor diesel putaran tinggi | SNI 7069.5:22012 | |
| Minyak lumas gigi roda transmisi manual dan gardan | SNI 7069.6:22012 | |
| Minyak lumas gigi roda transmisi otomatis | SNI 7069.7:22012 |
Hubungi Untuk Pertanyaan
Terhadap jenis-jenis produk tertentu, pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementrian Perdagangan telah memberlakukan ketentuan impor. Hal ini didasari pada Peraturan Menteri Perdagangan No. 36/MDAG/PER/7/2014 tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan No. 83/MDAG/PER/12/2012 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu. Secara umum ketentuan impor mencakup 2 (dua) hal pokok, yaitu ketentuan tentang perijinan impor dan ketentuan tentang kewajiban verifikasi untuk mendapatkan Laporan Surveyor (LS).
Dalam ketentuan perijinan impor dinyatakan bahwa untuk dapat melakukan impor produk atau barang tertentu, importir wajib terlebih dahulu mendapatkan ijin impor dari Kementrian Perdagangan. Dalam ketentuan kewajiban verifikasi teknis dinyatakan bahwa setiap pelaksanaan importasi wajib dilakukan verifikasi atau penelusuran teknis di negara asal atau muat barang oleh surveyor sebelum pengapalan. Hasil verifikasi dituangkan ke dalam bentuk Laporan Surveyor (LS) yang merupakan dokumen kepabeanan.
Daftar Produk
27 produk wajib dilakukan verifikasi atau penelusuran teknis impor (VPTI) yaitu:
- Tekstil dan Produk Tekstil,
- Nitro Selulosa,
- Beras,
- Garam,
- Prekursor,
- Gula,
- Cakram Optik,
- Keramik,
- Mesin Printer/Fotokopi Berwarna,
- Limbah Non B3,
- Elektronika,
- Produk Makanan dan Minuman,
- Alas Kaki,
- Mainan Anak-anak,
- Baja (Non Paduan),
- Kaca Lembaran,
- Obat Tradisional & Supplemen Kesehatan,
- Bahan Berbahaya (B2),
- Ban,
- Bahan Perusak Ozon,
- Produk Hortikultura,
- Telepon Selular, Komputer Genggam (handheld), dan Komputer Tablet,
- Pakaian Jadi,
- Kosmetik,
- Semen Clinker dan Semen,
- Tepung Gandum, dan
- Baja Paduan.
Verfikasi dan Laporan Surveyor (LS)
- Verifikasi mencakup kegiatan verifikasi administrasi dan pemeriksaan fisik barang.
- Verifikasi administrasi dilakukan terhadap dokumen-dokumen dalam rangka permintaan verifikasi dan dokumen akhir sebelum penerbitan LS.
- Pemeriksaan fisik barang dilakukan di negara asal atau muat barang sesuai lokasi yang ditetapkan oleh eksportir.
- Untuk mendapatkan LS, importir wajib mengikuti tatacara verifikasi (VPTI) yang telah ditetapkan oleh KSO-Sucofindo – Surveyor Indonesia (disingkat KSO-SSI).
- Permintaan verifikasi dapat dipenuhi oleh KSO–SSI setelah importir mendapat ijin import.
Prosedur Aplikasi Verifikasi
- Dokumen-dokumen yang harus dilengkapi oleh importir dalam rangka permintaan verifikasi
- Dokumen perusahaan (hanya sekali diserahkan dalam bentuk fotokopi), terdiri dari
- Ijin Usaha Industri (IUI) atau tanda daftar industri,
- Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP),
- Angka Pengenal Impor (API-P, API-T atau API-U),
- Tanda Daftar Perusahaan (TDP),
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP),
- Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK), khusus barang tertentu menurut jenis yang akan diimpor.
- Dokumen aplikasi permintaan verifikasi, (diserahkan pada setiap aplikasi permintaan verifikasi dalam bentuk fotokopi), terdiri dari:
- Surat Ijin Impor sebagai Importir Produsen atau Importir Terdaftar,
- Surat Persetujuan Importir (SPI), untuk produk atau barang tertentu,
- Format Permintaan Verifikasi atau Inspection Request (IR)yang telah diisi secara lengkap, jelas, dan benar.
- Dokumen-dokumen yang wajib diserahkan oleh Eksportir kepada KSO – SSI di negara asal atau muat barang (disingkat KSO-SSI LN) dalam rangka pelaksanaan pemeriksaan fisik barang dan penerbitan LS.
- Dokumen awal (diserahkan oleh eksportir kepada KSO-SSI LN sebelum pemeriksaan fisik barang), terdiri dari:
- Performa Invoice dan Packing List yang diterbitkan oleh eksportir atau penjual dalam hal transaksi dilakukan langsung tanpa melalui pihak ketiga,
- Performa Invoice dan Packing list yang diterbitkan oleh pemasok (supplier) dalam hal transaksi dilakukan melalui pihak ketiga,
- Dokumen-dokumen yang terkait dengan hal-hal teknis tentang produk/barang yang akan diperiksa.
- Dokumen Akhir atau Final Documents, terdiri dari
- Final Invoice dan Packing List, yang diterbitkan oleh eksportir/penjual,
- Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill (AWB),
- Certificate of Analysis (COA), Certificate of Origin (COO), khusus untuk produk tertentu.
Penerbitan Laporan Surveyor
- Jika dalam 1X24 jam eksportir belum menyerahkan Final Invoice dan Packing List, maka LS akan diterbitkan dengan menggunakan Performa Invoice dan Packing List sebagai reverensi
- Importir akan menerima LS dari KSO-SSI dalam negeri (dapat diambil atau dikirm ke alamat kantor importir melalui jasa kurir)
- LS dapat diterima importir sebelum kapal tiba di pelabuhan tujuan dengan syarat berikut:
- Alternatif 1: Eksportir menyerahkan final documents kepada KSO-SSI LN dalam waktu selambat-lambatnya 1×24 jam setelah pemeriksaan barang selesai dilakukan
- Alternatif 2: Importir menyerahkan final documents kepada KSO Jakarta dalam waktu selambat-lambatnya 2X24 jam setelah tanggal pemeriksaan barang.
Butuh jasa terkait Laporan Surveyor (LS) dan Verifikasi atau Penelusuran Teknis Importir (VPTI), jangan ragu hubungi kami Konsultan GSA (Global Servis Agensi), team ahli kami segera menghubungi anda.
Hubungi Untuk Pertanyaan
Konsultan bisnis GSA (Global Servis Agensi) merupakan partner bisnis anda. Kami siap membantu anda mulai dari konsultasi hingga sertifikasi ISO 9001:2015 untuk perusahaan anda.
Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan apa itu ISO 9001:2015, manfaat dalam jika perusahaan telah mendapatkan sertifikasi adalah sebagai berikut:
- Efisiensi dan efektifitas operasional meningkat
- Produktivitas semakin meningkat
- Terjadinya konsistensi yang baik
- Selalu adanya evaluasi sehingga diperoleh solusi terbaik
- Konsumen semakin percaya dan loyal terhadap produk kita
- Memberikan uniqe selling dibanding dengan pesaing lain
- Selalu memberikan produk yang berkualitas untuk konsumen
Pesyaratan untuk mendapatkan ISO 9001:2015 adalah sebagai berikut:
- Perusahaan telah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015, Jika belum maka anda bisa konsultasikan dengan kami
- Lulus Audit Sertifikasi
Persiapan Penerapan Sistem ISO 9001:2015
1. Tentukan jumlah tenaga kerja tetap perusahaan
2. Tentukan skup pekerjaan yang dijalankan
3. Bentuk dan susun Tim Internal dari tiap-tiap departemen
4. Tentukan badan sertifikasi pengeluaran ISO 9001:2015
5. Persiapan pelatihan ISO 9001:2015
6. Persiapan pembuatan dokumen ISO 9001:2015
7. Persiapan implementasi dokumen ISO 9001:2015
8. Poses Internal Audit
9. Proses Management Review
10. Proses External Audit
11. Proses Sertifikasi oleh Badan Sertifikasi
Persyaratan Dokumen Penerapan ISO 9001
1. Profile Perusahaan
2. Struktur Organisasi Perusahaan
3. Data Tenaga Kerja atau Karyawan
4. Copy SIUP/TDP atau NIB
5. Copy Akta Pendirian
Audit sertifikasi dilakukan dalam 2 fase:
- Fase 1, tahap ini bertujuan memeriksa pemenuhan persyaratan dokumentasi, oleh beberapa badan sertifikasi fase 1 ini biasanya dilakukan off site, tidak perlu datang ke perusahaan (mempertimbangkan urgency-nya)
- Fase 2, untuk memeriksa pemenuhan persyaratan implementasi secara keseluruhan di perusahaan/organisasi